Latest News Detail

SAU Paris

Semangat yang telah tumbuh besar di dalam jiwa setiap pemain, sedikit berkurang saat mendengar kabar duka dari Paris sana. Namun, mereka jaga semangat itu untuk tetap tumbuh kembali, dan berpegang teguh kepada niat mengenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat di negeri nan romantis sana.

Berbekal kerja keras dan latihan yang sudah dilakukan berhari-hari, tim dari Saung Angklung Udjo yang berjumlah 30 orang, memantapkan diri masing-masing untuk tetap berjuang bagi Negeri.

Sesampainya di Paris, Minggu (15/11) lalu, masih belum bisa dipastikan apakah Saung Angklung Udjo akan jadi tampil atau tidak. Ini dikarenakan situasi di Paris masih penuh dengan duka, sehingga tidak memungkinkan ada acara dilaksanakan. Namun, tersiar kabar bahwa tempat-tempat yang biasa digunakan untuk menampilkan kesenian, beroperasi seperti biasanya mulai tanggal 17 November 2015. Ini artinya, kemungkinan besar bahwa Saung Angklung Udjo bisa tampil untuk acara yang digagas oleh UNESCO, bertajuk Traditional Music Concert of Indonesian Angklung di Odéon-Théâtre de l'Europe .

 


 

 

Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, T.A Fauzi Soelaimam, tengah memberikan semangat kepada tim Saung Angklung Udjo, Senin (16/11).


Kabar tersebut benar adanya. Hari Selasa (17/11) Saung Angklung Udjo mendapatkan kabar bahwa mereka jadi tampil. Lima jam sebelum pertunjukan dimulai, tim SAU sudah diperbolehkan untuk melakukan setting alat musik dan gladi bersih. Tentunya waktu yang diberikan ini, digunakan dengan begitu baik, agar saat pertunjukan nanti tidak ada kesalahan yang terjadi.

 


 


Tim tengah bersiap-siap di belakang panggung Odeon-Theatre De l’Europe, Paris, Selasa (17/11).

 

Pukul 19.00 waktu setempat, pengunjung sudah bisa memasuki Odeon-Theatre De l’Europe. Satu per satu pengunjung masuk dan menempati kursi. Tidak butuh waktu lama, seisi ruangan sudah dipenuhi oleh pengunjung dari berbagai negara. Bahkan terdengar kabar, sebagian pengunjung tidak bisa masuk karena kapasitas gedung tidak mencukupi.

Tepat pukul 20.00 waktu setempat, acara pun dimulai. Spesial untuk acara ini, Saung Angklung Udjo membawakan konsep yang berbeda, yaitu pertunjukan berupa perjalanan Angklung dari zaman dahulu sampai perkembangan Angklung masa kini dalam sajian pertunjukan yang dikemas secara apik dan konseptual.

 


 

 


Tidak disangka, walau masih dalam suasana duka, niat mulia Saung Angklung Udjo dapat diterima dengan baik oleh warga sana. Meskipun durasi pertunjukan menjadi lebih lama dibanding yang direncanakan sebelumnya, itu tidak apa, karena terobati oleh penonton yang memberikan standing applause diakhir pertunjukan malam itu. Perasaan bangga campur haru sangat terasa. Setidaknya, Saung Angklung Udjo berhasil membawa misi ini dengan baik.

 

 



Terlihat beberapa penonton memberikan standing applause sesaat setelah acara selesai.

 


 


Penghargaan setinggi-tingginya diberikan kepada Saung Angklung Udjo sebagai salah satu pelaku seni Angklung terbaik di Indonesia, iberikan oleh Dubes.

 

Perjuangan membawa misi kebudayaan ini belum selesai. Setelah Paris, berikutnya Saung Angklung Udjo akan mengunjungi beberapa tempat lainnya, seperti Poitiers, Ukraina, Den Haag, dan berakhir di Instanbul, Turki. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada Kementrian Pendidikan atas dukungannya. Semoga, niat mulia yang Saung Angklung Udjo bawa ini tidak hanya bisa menjadi kebanggaan untuk Tanah Air tercinta, tetapi juga bisa membangun hubungan baik antar negara, sehingga Angklung ini tidak hanya sekedar alat musik saja, tetapi bisa membawa kedamaian bagi dunia. Mari kita teriakan, ANGKLUNG IS INDONESIA!

 

HP