Latest News Detail

SAU Taiwan

Kemeriahan perayaan #AngklungPride5 tidak hanya terjadi di Paris dan Saung Angklung Udjo saja, tetapi juga berlangsung di Naga Kecil Asia sana. Dengan Teh Cathy sebagai perwakilan yang ditunjuk untuk berangkat ke Taiwan, semangat pelestarian budaya dibawanya untuk misi perayaan #AngklungPride5 tersebut.

Taiwan merupakan Negara yang cukup sering kami singgahi. Kedatangan kami kali ini tentu berbeda dengan kedatangan-kedatangan sebelumnya, karena selain kedatangan kali ini untuk gelaran #AngklungPride5, juga Teh Cathy akan berkolaborasi dengan tim pengiring dari Taiwan langsung.

Pertunjukan pertama digelar tanggal 15 November 2015. Bertempat di area dekat gedung tertinggi yang juga merupakan ikon dari negara tersebut, yaitu Taipei 101, Remarkable Indonesia 2 tidak hanya menampilkan Angklung saja, tetapi penonton diberi suguhan tarian tradisional dan diajak menari Poco-Poco. Setelah menari Poco-Poco, lalu pengunjung yang hadir saat itu, diajak memainkan Angklung. Pengunjung terhipnotis dengan alunan musik Angklung, terutama saat Teh Cathy mengajak pengunjung bersama-sama memainkan lagu Yue Liang Dai Biao Wo De Xin. Tanpa ragu, pengunjung yang tengah bermain Angklung ikut bernyanyi bersama mengikuti alunan lagu. Acara Remarkable Indonesia 2 malam itu diakhiri dengan penampilan fashion show.

 


 

 

Diadakan tanggal 17 November 2015, pertunjukan kedua yang kami tampilkan bertempat di salah satu ikon bersejarah di Taiwan, yaitu The National Chiang Kai-shek Memorial Hall. Begitu berkesan, karena yang hadir pada Indonesian Art and Culture Night hari itu adalah para diplomat, pemerintah Taiwan, para pengusaha, hingga duta besar dari berbagai negara. Para tamu undangan malam hari itu kembali terhipnotis dengan kesederhanaan Angklung yang bisa mempersatukan para tamu yang datang dari berbagai latar belakang budaya.

 


 

Teh Cathy saat tampil dihadapan para diplomat, pemerintah Taiwan, para pengusaha, dan duta besar dari berbagai negara, Selasa (17/11), di The National Chiang Kai-shek Memorial Hall, Taiwan.

 


 

Teh Cathy bersama Kepala Ekonomi dan Budaya Kantor Taipei (TECO) di Kanada.

 

Tentu kedatangan kami ke Taiwan membawa harapan yang begitu besar bagi kemajuan bidang pariwisata Indonesia. Lebih dari itu, kami harap Angklung yang merupakan alat musik tradisional, bisa menjadi media diplomasi yang ampuh untuk perdamaian.