Introduction

Sinopsis Pertunjukan

Selamat datang di Saung Angklung Udjo, rumah seni yang mempersembahkan keharmonisan alunan musik Angklung. Didirikan tahun 1966 oleh Bapak Udjo Ngalagena dan Ibu Uum Sumiati.

Abah Udjo bercita-cita menjadikan alat musik bambu ini sebagai simbol kebanggaan budaya Indonesia dan alat menyebarkan pesan damai ke seluruh penjuru dunia.

Puppetry

Wayang Golek

Wayang Golek adalah seni pertunjukan tradisional yang memperagakan boneka kayu yang dikenal dengan sebutan "wayang". Wayang ini dibuat dengan bentuk yang menyerupai manusia dan masing-masing bonekanya memiliki karakteristik tersendiri yang mencerminkan beragam sifat manusia. Pada pementasan Wayang Golek, peran penting dipegang oleh seorang Dalang yang memandu cerita dan menggerakkan boneka dengan keterampilan yang tinggi. Setiap adegan yang ditampilkan dalam pertunjukan ini bukan sekedar hiburan, melainkan juga berisi pesan moral yang mendalam. Pertunjukan Wayang Golek biasanya berlangsung sangat lama, yakni lebih dari tujuh jam, namun di Saung Angklung Udjo, penonton akan mendapatkan pengalaman istimewa melalui demonstrasi singkat. Demonstrasi ini menampilkan kisah cinta epik Ramayana: Rama dan Dewi Shinta yang ditemani Laksmana sedang berburu rusa di hutan, lalu Shinta dilirik oleh Prabu Rahwana yang tergila-gila padanya. Rahwana pun menyamar menjadi kakek renta untuk merebut Shinta dari Rama. Terjadilah peperangan dahsyat di Tegal Maliawan—Rama dibantu pasukan monyet pimpinan Hanoman sang monyet putih—melawan Rahwana dan pasukan Alengka. Di akhir peperangan, Rama meraih kemenangan dan Shinta kembali kepadanya.

Wayang Golek
Wayang Golek
Wayang Golek
Parade

Helaran

Helaran adalah tradisi arak-arakan penuh makna yang kerap mengiringi berbagai upacara adat, seperti khitanan dan upacara panen padi. Helaran dipentaskan dengan nada salendro atau pentatonis dan melodi yang riang dan gembira. Ini sejalan dengan tujuan utama Helaran, yaitu sebagai bentuk hiburan dan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan berkat-Nya. Dalam pertunjukan ini, Helaran didemonstrasikan oleh anak-anak yang dengan lincah menari dan memainkan angklung, menggambarkan keceriaan dan rasa syukur yang tulus, sekaligus mempersembahkan warna khas budaya Sunda.

Helaran
Helaran
Dance

Tari Tradisional

Tari Topeng yang dikreasikan oleh Saung Angklung Udjo merupakan persembahan tari tradisional dengan latar belakang cerita sebuah kisah klasik tentang Ratu Kencana Wungu. Ratu yang memiliki keanggunan ini dikejar-kejar oleh Prabu Menakjingga yang sangat terpesona oleh kecantikannya. Tidak hanya menjadi saksi kisah romantis, penonton juga akan diajak merasakan transisi karakter melalui tarian. Para penari yang berperan sebagai Layang Kumintir memperagakan perubahan karakter yang dramatis. Sebelum memakai topeng, mereka menampilkan sosok wanita yang penuh dengan keanggunan. Namun, saat topeng dikenakan, karakter mereka berubah menjadi sosok pria yang penuh dengan kegagahan dan ketegasan. Melalui pertunjukan ini, Saung Angklung Udjo ingin menyampaikan bahwa seni tari tidak hanya sekedar gerakan, namun juga penuh dengan pesan dan cerita.

Tari Tradisional
Tari Tradisional
Tari Tradisional
Modern Performance

Angklung Mini

Beralih ke tangga nada diatonis/modern, di sesi Angklung Mini, murid-murid junior dari Saung Angklung Udjo menyuguhkan pertunjukan yang mengesankan dengan memainkan lagu anak-anak "Boneka Abdi"—dari versi bahasa Sunda—dan terdapat pula beragam versi dari berbagai negara. Alunan melodinya dipersembahkan dengan menggunakan Angklung berukuran mini yang hanya memiliki satu tangga nada diatonis. Set Angklung ini lebih sederhana, namun tetap menyajikan harmoni dan melodi yang menarik dan indah.

Angklung Mini
Angklung Mini
Bamboo Ensemble

Arumba

ARUMBA adalah singkatan dari "Alunan Rumpun Bambu" yang merupakan satu set alat musik (band) tradisional yang terbuat dari bambu. ARUMBA memiliki tangga nada diatonis yang dapat memainkan berbagai genre musik, termasuk Dangdut, genre musik yang sangat populer di Indonesia. Dalam sesi ini, pemain ARUMBA akan mempersembahkan sebuah lagu Dangdut untuk memeriahkan suasana. Penonton diajak untuk tidak hanya menikmati, namun juga bernyanyi bersama, menciptakan momen interaktif yang mengesankan.

Arumba
Arumba
Arumba
Heritage Experience

Angklung Masal Nusantara

Angklung Massal Nusantara adalah representasi kecil dari keanekaragaman kebudayaan yang dimiliki Indonesia. Dalam sesi ini, Saung Angklung Udjo menghadirkan beragam tarian yang mencerminkan tradisi masing-masing daerah, dilengkapi dengan pakaian adat yang otentik, dan dipersembahkan dengan iringan alunan melodis dari angklung. Bagi penonton, ini akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan, seakan-akan sedang berkeliling Nusantara dan merasakan keharmonisan budaya Indonesia melalui musik dan tarian.

Angklung Masal Nusantara
Angklung Masal Nusantara
Interactive

Angklung Interaktif

Bermain Angklung Bersama adalah sesi yang akan mengajak penonton untuk menyelami keajaiban dari memainkan angklung. Instruktur Angklung yang berpengalaman akan mengajarkan dasar-dasar cara bermain angklung, mulai dari mengenali nada-nada yang ada, cara menggoyangkan angklung untuk menghasilkan suara, hingga memainkan beberapa lagu menggunakan angklung, sehingga penonton dapat merasakan langsung keunikan dari alat musik tradisional ini. Diharapkan, melalui sesi Bermain Angklung Bersama ini, setiap orang yang hadir dapat merasakan keharmonisan yang tercipta dan mempersatukan segala perbedaan budaya dan perbedaan negara yang ada.

Angklung Interaktif
Angklung Interaktif
Angklung Interaktif
Modern Innovation

Trio Angklung

Trio Angklung merupakan penampilan khusus yang dipersembahkan oleh murid-murid senior Saung Angklung Udjo. Trio Angklung menggabungkan Arumba dan inovasi instrumen "Angklung Toel" yakni set Angklung tepuk/pukul. Kolaborasi ini menciptakan aransemen musik yang indah, menonjolkan keunikan bunyi Angklung yang resonan dan harmonis. Penampilan ini mencerminkan bagaimana tradisi dapat disatukan dengan modernitas, menghasilkan kreasi musik yang segar dan menarik.

Trio Angklung
Trio Angklung
Trio Angklung
Finale

Menari Bersama

Di akhir pertunjukan, murid-murid Saung Angklung Udjo tidak sekadar menampilkan kepiawaian mereka bermain angklung. Mereka juga akan membagi kebahagiaan dengan mengajak para penonton untuk berdiri dan menari bersama. Kehangatan dan keakraban dalam sesi ini menjadi penutup yang sempurna untuk petualangan budaya di Saung Angklung Udjo.

Menari Bersama
Pertunjukan Angklung Masal

Jadilah saksi
harmoni berikutnya.

Booking Sekarang Juga
ID | EN
Book Now